Pertanyaan yang cukup simple ya,
Tapi untuk beberapa orang pertanyaan itu cukup sulit untuk dijawab. sama hal nya denganku.
Tak terasa usiaku kini menginjak 26 tahun dan di usia ini pula aku baru merasakan yang namanya gejolak batin yang cukup hebat, baik masalah keluarga, karir atau pun cinta.
ada yang mengatakan di usia ini sebagian mengalami Quarter Life Crisis. akupun sepertinya termasuk dalam bagian itu. malah aku sudah terjun didalamnya sebelum tahu istilah tersebut. bukannya menakut nakuti tetapi dalam hidup akan ada masa di mana Quarter Life Crisis cenderung dialami oleh sebagian orang.
Kenapa Quarter Life Crisis yang dialami kenapa bukannya kebahagiaan? Aku sendiri pun tidak tahu, tiba-tiba saja aku lebih sering berenang didalamnya.
Jujur, hidup ini terasa sangatlah kejam dan saat dirasakan lebih dalam lagi mengapa ini sungguh berat ya?
Kapan kamu akan menikah? kerja apa sekarang? ingin rasanya tidak membanding-bandingkan hidup ini dengan orang lain namun tetap saja mereka nyata dan aku melihat teman-teman yang terdahulu sekarang sudah menjadi orang - orang yang hebat, memiliki pendamping hidup, memiliki pekerjaan yang baik. Apakah aku iri? bisa dibilang. Menangis ketika sendirian di dalam kamar? tentu. dan parahnya lagi aku seperti tidak tahan dan tidak ada motivasi untuk menjalani hidup. Apakah aku Depresi? entahlah.
"Hidup Enggan, Mati pun Aku Tak Mau" atau "Dikeramaian Ku Merasa Sepi" mungkin itu yang aku rasakan sekarang.....
terasa berlebihan tapi itulah kenyataannya. lelah dan bingung keluar dari zona ini... sampai sampai aku terlalu menikmati dan mati rasa akan segala hal. Kalimat - kalimat penyemangat yang terucap untuk menyemangati terkadang hanya seperti mobil yang melewati terowongan.
Aku memiliki harapan walaupun sulit untuk dicapai, aku berhadapan dengan masalah walaupun jalan keluar masalah itu sangat sulit ditemukan. Ya. inilah hidup dimana roda akan berputar. mungkin sekarang aku sedang berada di perhentian roda paling bawah yang tidak mengenakan.
Aku pun saat ini sedang berjuang melawan kesedihan yang berkamuflase menjadi kenikmatan sementara, di mana sebagai manusia biasa aku sadar hidup ini hanya satu kali wajar juga apabila aku merasakan hal hal pahit dan pada akhirnya kita dihadapkan dengan yang namanya pilihan. ya pilihan. pilihan di mana jalan setiap orang berbeda beda dan perjuangan setiap orang beda-beda yang mana aku lama kelamaan sadar dibalik kebahagiaan orang yang lebih dahulu dirasakan olehnya sebenarnya mungkin mereka juga lebih dulu merasakan hal yang sama dengan ku. berada di titik terendah dalam hidup, merasa tak berdaya, merasa sedih yang cukup mendalam dan bahkan mungkin bisa jauh lebih berat dari pada yang aku rasakan sekarang. "semua ada prosesnya".
Apakah pilihan jalan yang aku pilih itu salah? sehingga aku merasakan seperti ini sekarang? Atau pilihan jalan yang mereka pilih itu lebih baik? sehingga mereka menjadi apa yang sekarang aku lihat
Entahlah....
Menurutku yang baik memang terkadang tidak enak rasanya untuk dijalankan, dan yang buruk juga walaupun rasanya enak terkadang belum tentu berakhir baik.
Percayalah yang baik pasti akan berakhir baik pula walaupun rasanya tidak enak.
Ada satu ungkapan mengatakan bahwa di dunia ini "Tidak ada yang Abadi". Untukku ungkapan tersebut saat ini dan detik ini perlahan lahan membuka mata dan hati serta memberi ku energi lain dalam menjalani hidup. ya seperti baterai ada positif dan ada negatif. Apapun ini pasti tidak akan bertahan lama. Roda ini akan berputar kembali disaat yang tepat dan akan ada kebahagiaan yang tak terduga di ujung sana sedang menanti. tapi kapan?
Mungkin waktu yang bisa menjawab. Waktu saat ini menjadi salah satu teman yang selalu mengiringiku walaupun terkadang waktu adalah musuh. selain waktu ada teman -teman lain yang selalu aku dekati untuk berjuang bersamaku yaitu Usaha, Do'a, Sabar dan Rasa Syukur.
Dan aku percaya suatu saat nanti entah kapan disaat yang tepat aku akan lebih sering berenang di dalam kebahagiaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar